Home » » Sejak Kapan Jubah dan Baju Koko Besyahadat?

Sejak Kapan Jubah dan Baju Koko Besyahadat?

Setio Aji | 06.46 | 0 comments
Suatu sore menjelang Maghrib, dalam perjalanan ke masjid antara Kemin dan Kiai Jamal.

Kemin : Kiai, bukannya ini jadwalnya kiai jadi imam?

Kiai : Ya, memang ada apa?

Kemin : Aneh aja, kenapa kiai tak memakai baju muslim?

Kiai : Apa yang kamu maksud baju muslim itu, jubah atau baju koko? Kalau iya, sejak kapan mereka, jubah dan baju koko berikrar syahadat, hingga mereka mualaf dan muslim?

Kemin : Tapi bukankah dengan memakai baju muslim itu menegaskan status sekaligus menakar kadar keislaman seseorang, kiai?

Kiai : Itu ranahnya Gusti Allah Min. Jangan ngawur kamu, tapi ada bagusnya juga pakai jubah atau baju koko lho Min, selain memberikan kehangatan dan juga mungkin tampak elegan bagi yang menyakininya, juga bisa menutup aurat lho Min....

Kemin : Dan juga kalau dipakai sebagai baju sehari-hari pencitraannya bagus juga lho kiai,,,? seperti pejabat-pejabat negeri kita ini.


Kiai : Sakarepmu... sebenernya jubah atau koko itu hanya adat dan kebiasaan cara berpakaian pada masyarakat tertentu saja Min... dan jika dikaitkan dengan keislaman dan keimanan nggak ada kaitannya sama sekali Min. Ceritanya begini, kebetulan ketika Al Qur'an sebagai pedoman sekaligus tuntunan hidup manusia itu turun dan diterima oleh Nabi Muhammad, sebagai orang Arab tentu saja Nabi Muhammad pun berjubah dan bersorban sesuai tradisinya orang Arab. Tapi saya yakin bukan disitu esensi dari ajaran Al Wur'an yang beliau terima. Tapi esensinya adalah bagaimana menjadikan Al Qur'an itu busa mewarnai hati kita dan terefleksikan ke dalam setiap ucapan dan tingkah laku baik dalam kehidupan pribadi, beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kemin : Jadi begitu ya kiai, saya kok malah membayangkan seandainya masyarakat Arab itu berbatik dan berblangkon seperti orang Jawa. Pastinya batik dan blangkon itu mendunia jadi baju muslim ya kiai?

Kiai : Ya kira-kira begitulah....

Kemin : Lalu bagaimana dengan baju koko kiai ?

Kiai : Setau saya, baju koko itu berasal dari Cina, kamu lihat saja film-film horor vampir Cina yang kejang ketika ditempel mantra itu kan memakai baju koko? Kalau begitu apa vampir Cina itu bisa dikatakan vampir yang beriman dan muslimin?

Kemin : Mbuh lah kiai...

Percakapan akhirnya selesai, Kemin langsung pergi menuju masjid sambil ngedumel...
Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Setio Aji Blog - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger